Laa Tahzan! | Jangan Bersedih! | Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat
cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka, apalagi
saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam
hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi
dan berusaha membangun, maka Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang
pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan
dari orang lain.
Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda
masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan
mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu
ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, atau
membuat tempat tidur Anda selalu terasa gerah.
Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah
jatuh, dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati. Adapun mereka,
marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda mengungguli mereka dalam
hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau harta. Jelasnya, Anda di mata
mereka adalah orang berdosa yang tak terampuni sampai Anda melepaskan semua
karunia dan nikmat Allah yang pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan
semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh.
Dan menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari
diri Anda.
Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan. Kuatkan
jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana
batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang
menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya. Artinya, jika
Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemoohan mereka, berarti
Anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan
kehidupan Anda. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan
mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan Anda.
Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan penghormatan
untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang Anda duduki, maka
akan semakin pedas pula kritikan itu.
Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan menahan
gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur dalam-dalam setiap
kritikan mereka, mengabaikan solah polah mereka pada Anda, dan cukup
mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah,
{Katakanlah (kepada mereka):
"Matilah kamu karena kemarahanmu itu."}
(QS. Ali 'Imran: 119)
Bahkan, Anda juga dapat 'menyumpal' mulut mereka dengan 'potongan-potongan
daging' agar diam seribu bahasa dengan cara memperbanyak keutamaan, memperbaiki
akhlak, dan meluruskan setiap kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh
semua pihak, dicintai semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah
menginginkan sesuatu yang mustahi terjadi dan mengangankan sesuatu yang
terlalu jauh untuk diwujudkan.

0 komentar:
Posting Komentar